Alasan Mengapa Banyak Orang Ragu Menjadi Agen Asuransi

why bMerekrut agen-agen asuransi pemula bukanlah hal yang mudah. Ya, hal inilah yang banyak dialami oleh para senior agen asuransi saat ini. Mengapa demikian? Kemungkinan besar masalah ini terjadi karena ketiga alasan berikut ini:

Tidak memiliki penghasilan tetap

Yup, ada asumsi yang mengatakan bahwa penghasilan menjadi agen asuransi itu tidak tetap. Hal ini memang benar adanya karena penghasilan berbanding lurus dengan upaya dan kerja keras yang dilakukan. Hal ini wajar karena tanpa kerja keras, impian tidak akan mudah untuk diraih. Bayangkan seperti ini apakah Anda ingin memiliki pendapatan yang sama besarnya dengan orang-orang yang kerjanya tidak terlalu rajin dan tidak menunjukkan kinerja yang baik? Jelas tidak, kan? Nah inilah salah satu perbedaan dalam sistem pendapatan di dunia asuransi. Pendapatan setiap agen berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerja keras mereka. Misalnya saja temanku yang bekerja di perusahaan asuransi Prudential, dia memiliki 2 tahun pengalaman dan sudah memiliki banyak nasabah. Pendapatannya per bulan cukup menggiurkan karena mencapai angka 5 juta rupiah lebih. Jika tertarik untuk menjadi agen prudential, baca keuntungan menjadi agen asuransi prudential di agenasuransisukses.com.

Tidak memiliki banyak waktu di rumah karena sering keluar mencari nasabah

timeIni persepsi yang tidak sepenuhnya benar karena faktanya agen asuransi memiliki waktu yang fleksibel dalam bekerja. Maksudnya adalah mereka bisa bekerja kapan saja sesuai kemampuan dan kemauan mereka. Misalnya, jika di siang hari si agen asuransi ada urusan keluarga, dia bisa bekerja di pagi, sore, atau malam hari. Bahkan bagi agen asuransi senior yang sudah memiliki bawahan, mereka boleh tidak bekerja sama sekali dan mereka tetap mendapatkan penghasilan dari bawahan mereka. Tidak terikat waktu dan tempat karena agen asuransi bisa bekerja kapan saja.

Tidak memiliki kemampuan menjadi agen asuransi

Nah ini persepsi yang benar-benar salah. Mengapa? Menjadi agen asuransi tidak diharuskan memiliki kemampuan super duper hebat seperti profesi lainnya. Misalnya, jika ingin menjadi supir taksi, jelas dong harus punya kemampuan mengemudi atau jika ingin jadi teller di bank, tentu harus memiliki kemampuan berinteraksi dengan nasabah dan kemampuan menghitung uang yang ditabung atau ditarik oleh nasabah. Syarat menjadi agen asuransi sendiri tidak perlu skill yang mumpuni baik itu kemampuan berbicara atau promosi ke calon nasabah. Hal ini disebabkan karena kemampuan tersebut akan muncul dengan sendirinya ketika mengikuti proses bimbingan dari para senior nantinya. Yang pasti dibutuhkan sikap pantang menyerah dan konsisten dalam menjalankan profesi ini.

Contoh nyatanya adalah mbak Merry Riana yang merupakan seorang agen asuransi prudential dan juga seorang penulis buku yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar dan Langkah Sejuta Suluh. Beliau masih sangat muda, usianya masih 26 tahun. Berkat kerja keras dan konsistensinya di bidang asuransi, dia sukses menjadi agen asuransi sukses yang berhasil memiliki pendapatan jutaan rupiah per bulannya. Baca info selengkapnya di akun Google plus Asuransi Sukses.

Well, bagi yang tadinya belum begitu yakin untuk menjalani profesi ini, masih ragu untuk menjadi agen asuransi? Segera daftarkan diri Anda sekarang juga, oke!

Jangan Jadi Agen Asuransi yang Menyebalkan!

Ingat, sebagian besar masyarakat telah memandang buruk produk asuransi! Salah satunya karena penolakan klaim yang dilakukan perusahaan asuransi. Padahal, terkadang semua itu kesalahan nasabah sendiri di mana telat melapor, tidak melengkapi dokumen klaim, dll. Akan kondisi ini, jangan sampai makin menghilangkan sisi positif asuransi dari pikiran calon nasabah dengan menjadi agen asuransi yang menyebalkan. Simak kriterianya di bawah!

Banyaknya nasabah menjadi penentu berhasil tidaknya seorang agen asuransi. Sebab, penghasilan yang diperoleh agen asuransi atas dasar penjualan polis yang dibeli atau premi asuransi yang dibayar oleh nasabah. Untuk dapat menarik banyak nasabah, dituntut tidak menjadi agen asuransi yang menyebalkan! Selain tidak mendapatkan nasabah, agen asuransi yang menyebalkan harus siap menghadapi berbagai perkataan atau perlakuan kasar dari calon nasabah. Berikut kriteria agen asuransi menyebalkan dan sepatutnya dihindari:

Terlalu ngotot menawarkan produk

Tujuan awal memang untuk mendapatkan banyak nasabah sehingga dapat mendongkrak komisi. Namun, bukan berarti terlalu memaksa calon nasabah untuk membeli polis asuransi yang ditawarkan. Meski penawaran dilakukan melalui sosial media seperti twitter, FB, dsb. Terlalu ngotot saat menawarkan produk bakal membuat calon nasabah menjadi “gerah”. Kondisi ini bakal membuat amarahnya memuncak sehingga kata-kata kasar dapat keluar dan tindakan buruk dapat dilayangkan. Jika memang calon nasabah bisa menahan emosinya, di kunjungan berikutnya calon nasabah bakal tutup pintu.

Selalu terdiam jika ditanya mana produk yang tepat

Bertemu dengan calon nasabah yang cerewet harus siap dengan cecaran pertanyaan. Kalau rasa ingin tahunya belum terpenuhi, mereka biasanya akan terus melontarkan pertanyaan. Seorang agen asuransi memastikan diri bisa menjawab setiap pertanyaan calon nasabah, utamanya ketika pertanyaan tersebut tentang mana produk yang tepat. Calon nasabah yang minim pengetahuan bakal menanyakan ini kepada agen asuransi sebagai sosok yang paham asuransi. Jika selalu terdiam, bakal muncul pemikiran kalau bukan agen asuransi terpercaya dan mengurungkan niat membeli polis asuransi.

Datang pada saat yang tidak tepat

Seorang agen asuransi harus mengetahui situasi dan kondisi saat akan menawarkan produk asuransi. Untuk itu, penting bagi agen asuransi melakukan pendekatan personal dengan calon nasabah. Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui waktu yang tepat menawarkan produk. Sebab, kesalahan fatal jika agen asuransi menawarkan produk asuransi saat tidak tepat. Seperti halnya, ketika calon nasabah sedang ada konflik keuangan, sedaang meeting dengan klien penting, atau di situasi genting lainnya. Bukan mendapatkan hatinya, datang saat kondisi demikian harus siap menerima perkataan bahkan perlakuan buruk.

Melihat kondisi ini, memang tidak gampang menjadi agen asuransi. Dituntut strategi yang apik untuk mencapai keberhasilan, di mana menarik konsumen yang banyak. Ketika telah berhasil, siap-siap mengecap komisi yang menggiurkan. Kalau berhasil mengajak teman untuk bergabung menjadi agen asuransi, komisi bakal makin terdongkrak. Terlebih jika ikut dalam jaringan agen asuransi Prudential. Sebab, perusahaan asuransi ini punya sistem yang bakal membuat agen asuransi lama semakin sukses dan agen asuransi yang baru juga tak kalah sukses. Silakan baca lebih lengkap, potensi Komisi agen asuransi prudential di sini. Semoga bisa menjadi agen asuransi yang disukai calon nasabah 😀

Ada banyak keuntungan jadi agen asuransi, tapi semuanya bakal didapatkan kalau berhasil menjadi agen asuransi yang disukai nasabah.

Kiat-kiat Menjadikan Agen Asuransi sebagai Pendapatan Utama

“Jadi agen asuransi? Yang benar saja kawan? Komisimu tidak akan menentu! Mending bekerja sebagai karyawan kantoran yang gajinya sudah pasti setiap bulannya.” Inilah kalimat yang selalu aku ingat saat pertama kali aku memutuskan untuk menjadi agen asuransi. Yup, sebagian besar orang terdekatku tidak begitu mendukungku jika menggeluti profesi ini. Mereka menyarankan agar profesi ini dijalankan sebagai profesi sampingan saja. Mengandalkan profesi ini tidak akan mencukupi kebutuhanku, tutur mereka.

insurance agentMeskipun ada banyak orang yang meragukan keputusanku, aku berhasil membuktikan kepada mereka bahwa profesiku tersebut bisa menjadi pendapatan utamaku. Saat ini, pendapatanku per bulannya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku. Apakah masih berpikir bahwa menjadi agen asuransi hanya sebagai pekerjaan sampingan saja? Orang yang dulu pernah meremehkanku, kini mulai menghargai keberadaanku dengan baik. Nah, jika Anda ingin menjadikan agen asuransi sebagai pendapatan utama, ada baiknya untuk mengikuti kiat-kiat berikut:

Mendisiplinkan diri dan fokus pada pekerjaan

Tak dapat dipungkiri bahwa menjadi agen asuransi itu tidaklah mudah. Ada banyak sekali penolakan dan pandangan miring yang akan Anda hadapi cepat atau lambat. Meskipun begitu, jangan pernah menyerah. Anda sebaiknya mendisiplinkan diri untuk menunjukkan kepada calon nasabah bahwa Anda seorang yang profesional dan mereka butuhkan. Di samping itu, apabila menemukan kegagalan dalam mendapatkan nasabah, tidak usah terlalu khawatir karena hal tersebut akan merusak fokus Anda. Sebaiknya, tetap fokus dengan apa yang sedang Anda kerjakan. Misalnya, jika dalam sehari, target Anda adalah menjelaskan asuransi kepada 5 orang, fokus untuk melakukan hal ini setiap harinya walaupun hanya ada satu atau bahkan tidak ada orang yang tertarik kepada asuransi yang ditawarkan.

Memiliki hubungan baik dengan nasabah

Ada banyak sekali agen asuransi yang mengakhiri hubungan mereka setelah nasabah resmi membeli asuransi yang ditawarkan. Hal ini salah besar jika Anda ingin sukses menjadi agen asuransi. Untuk itu, miliki hubungan baik dengan nasabah sebelum atau sesudah membeli produk asuransi. Caranya? Anda bisa menunjukkan perhatian Anda ketika si nasabah sedang merayakan hari ulang tahun, pernikahan, atau acara keluarga dengan mengirim pesan singkat atau datang ke rumahnya. Di samping itu, ketika si nasabah terkena musibah, jadilah orang pertama yang memberikan dukungan dan bantuan kepadanya. Dengan adanya hubungan yang baik dengan nasabah, akan ada peluang untuk menarik perhatian calon nasabah lainnya. Semakin banyak nasabah yang Anda dapatkan, maka semakin besar pula pendapatan Anda nantinya.